Makan Siang, Es Teh, dan Godaan AC: Cerita Siang di OTI Chicken Fatmawati
Table of Contents
Hari ini kerja cuma setengah hari.
Bukan karena malas, lur… tapi memang jadwalnya begitu. 😄
Setelah pekerjaan beres, saya lanjut menjemput istri di tempat kerjanya. Kebetulan hari ini aktivitas di sekolahnya lumayan padat karena ada kegiatan lomba sepeda hias.
Namanya juga acara sekolah.
Ramai.
Panas.
Banyak gerak.
Banyak yang harus diurus.
Dan entah kenapa, yang ikut lomba sepeda anak-anak, yang capek kok saya juga. 😂
Begitu ketemu istri, perut langsung memberikan pengumuman resmi:
“Pak, kita perlu makan.”
Tidak perlu rapat.
Tidak perlu voting.
Keputusan bulat.
Akhirnya kami mampir makan siang di OTI Chicken Fatmawati Semarang.
Perut Lapar Bertemu Ayam Geprek
Begitu masuk, suasananya lumayan nyaman.
Yang paling penting...
ADA AC!
Nah, ini yang dicari orang habis beraktivitas di luar.
Setelah panas-panasan dan berkendara, masuk ruangan ber-AC rasanya seperti menemukan oase di tengah gurun.
Saya kemudian pesan es teh, karena tenggorokan sudah seperti minta subsidi.
Untuk makanannya saya pilih ayam dada dan paha atas geprek.
Dua bagian ayam.
Bukan karena rakus, lur.
Ini namanya pemulihan tenaga setelah perjuangan setengah hari. 🤣
Ayam datang.
Nasi siap.
Sambal tersedia.
Es teh dingin di samping.
Begitu makanan masuk, suasana langsung berubah.
Tadi ngobrol.
Sekarang hening.
Istri makan.
Saya makan.
Yang terdengar cuma suara sendok dan sesekali komentar:
“Enak.”
Itu pun sambil makan.
Karena kalau terlalu banyak ngobrol, ayamnya keburu dingin. 😂
Setelah Kenyang, Masalah Baru Dimulai
Nah...
Bagian paling menarik justru terjadi setelah makan.
Perut kenyang.
Ruangan dingin.
Kursi nyaman.
HP ada di tangan.
Lalu badan mulai mencari posisi paling enak.
Awalnya cuma duduk biasa.
Lama-lama mulai leyeh.
Lima menit.
Sepuluh menit.
Lihat HP.
Scroll.
Buka WhatsApp.
Scroll lagi.
Lihat video.
Balik lagi ke WhatsApp.
Tidak ada yang benar-benar penting.
Tapi tetap saja HP tidak bisa dilepas.
Wkwkwk.
Begitulah manusia modern.
Katanya mau istirahat sebentar.
Tapi HP malah jadi teman ngobrol paling setia.
Nggak pernah protes, nggak pernah minta traktir, cuma minta dicas. 😂
Mau Pulang, Tapi Ingat Panas di Luar
Setelah cukup lama duduk, saya mulai berpikir:
"Ayo pulang."
Sudah siang.
Sudah makan.
Sudah istirahat.
Sudah main HP sampai baterai mungkin ikut lelah.
Tapi baru membayangkan keluar pintu...
teringat panas di luar.
Langsung batal.
😂
Ternyata AC OTI Chicken mempunyai kekuatan persuasi yang luar biasa.
Di dalam:
“Ayo pulang.”
Begitu membayangkan keluar:
“Nanti dulu deh.”
Akhirnya leyeh lagi.
Minum es teh lagi.
Main HP lagi.
Ngobrol lagi.
Seolah-olah kami bukan sedang makan siang, tapi sedang mengurus kepindahan domisili ke dalam restoran. 🤣
Kadang Kita Memang Butuh Berhenti Sebentar
Dari kejadian sederhana hari ini saya jadi berpikir.
Kita sering merasa harus selalu produktif.
Kerja.
Kejar target.
Kejar waktu.
Kejar penghasilan.
Padahal tubuh juga punya hak untuk berkata:
“Sudah, istirahat dulu.”
Hari ini cuma kerja setengah hari.
Menjemput istri.
Makan siang.
Lalu duduk lama di ruangan ber-AC sambil ngobrol dan main HP.
Kelihatannya sepele.
Tapi justru momen seperti ini yang kadang membuat hidup terasa ringan.
Tidak perlu liburan mahal.
Tidak perlu pergi jauh.
Kadang cukup makan ayam geprek bersama orang rumah, duduk nyaman, lalu menikmati waktu tanpa terburu-buru.
Dan tentu saja...
AC adalah bagian penting dari kebahagiaan tersebut. 😂
Akhirnya Tetap Pulang Juga
Setelah cukup lama leyeh-leyeh, akhirnya kami memutuskan pulang.
Meskipun dalam hati sebenarnya masih ada suara kecil:
"Lima menit lagi..."
Tapi kalau lima menit lagi diteruskan, bisa-bisa karyawan OTI mulai bertanya:
“Pak, mau makan lagi atau sekalian kami kasih kartu member?” 🤣
Akhirnya kami keluar.
Begitu pintu terbuka...
WUSSSHHH... panas!
Baru beberapa langkah sudah terasa bedanya.
Saya langsung menoleh ke belakang.
AC terlihat begitu indah dari kejauhan.
Rasanya seperti meninggalkan tempat yang penuh kedamaian untuk kembali ke dunia nyata.
Tapi ya begitulah hidup.
Ada waktunya makan.
Ada waktunya bekerja.
Ada waktunya istirahat.
Dan ada waktunya terpaksa keluar dari ruangan AC karena ingat masih punya rumah. 😂
Hari ini sederhana.
Jemput istri setelah aktivitas lomba sepeda hias, makan ayam geprek, minum es teh, ngobrol, main HP, leyeh-leyeh, lalu pulang.
Tidak ada kejadian luar biasa.
Tapi mungkin memang bukan kejadian besarlah yang selalu kita butuhkan.
Kadang kita hanya perlu perut kenyang, hati tenang, pasangan di samping, dan AC yang dingin.
Sisanya?
Biar besok dipikir lagi. 😄
Post a Comment