Duduk Dekat Apa, Kita Akan Mencium Apa
Table of Contents
Katanya, kalau kita duduk dekat penjual roti, yang kita hirup adalah aroma roti hangat.
Kalau duduk dekat penjual kopi, aroma kopi yang baru diseduh bisa bikin mata yang tadinya setengah watt langsung terang lagi.
Tapi kalau duduk dekat tempat sampah...
Ya, jangan berharap yang tercium parfum Paris. 🤣
Entah kenapa siang itu saya kepikiran filosofi sederhana itu.
Hari ini saya sedang mengantar kiriman masker ke customer di RS Bhayangkara. Barang sudah diserahkan, urusan selesai. Seperti biasa, sebelum lanjut ke tempat berikutnya, saya memilih duduk sebentar di lorong.
HP dikeluarkan.
Buka WhatsApp.
Scroll sedikit.
Cek grup.
Lihat chat.
Siapa tahu ada orderan masuk.
Namanya juga sales, kadang posisi tubuh memang sedang duduk, tapi pikiran tetap berdiri di depan pintu customer. 😂
Sambil duduk, saya baru sadar posisi saya ternyata cukup strategis.
Di dekat situ ada penjual roti dan kopi.
Aroma roti hangat menyeruak pelan-pelan. Wangi kopi fresh juga ikut menyerang hidung.
Wah... segar sekali.
Saya jadi berpikir, “Iki nek suwene neng kene iso-iso ora ngenteni orderan, malah pesen kopi.”
Belum selesai menikmati aroma roti dan kopi, tiba-tiba...
Mak klunting!
Notifikasi WhatsApp masuk.
Refleks langsung buka HP.
Ternyata ada orderan.
Dari RS William Booth.
Alhamdulillah...
One Day One Order.
Senyum langsung muncul sendiri.
Bukan karena orderannya tiba-tiba datang dengan nilai fantastis. Tapi ada rasa syukur tersendiri ketika di tengah aktivitas antar barang, duduk sebentar, sambil sekadar cek HP, ternyata ada kepercayaan dari customer yang kembali datang.
Dan entah kenapa, filosofi duduk tadi terasa semakin masuk akal.
Kalau kita terlalu lama duduk dekat sesuatu yang negatif, mungkin yang kita rasakan juga hanya hal-hal negatif.
Tapi kalau kita memilih berada dekat hal-hal baik, bekerja dengan orang-orang baik, menjaga hubungan baik, dan terus menebar pelayanan yang baik...
minimal, aromanya juga ikut baik.
Seperti siang itu.
Saya duduk dekat roti, tercium aroma roti.
Duduk dekat kopi, tercium aroma kopi.
Dan ketika notifikasi WhatsApp berbunyi, datanglah aroma yang paling saya sukai sebagai seorang sales:
Aroma orderan masuk. 🤣
Alhamdulillah.
Kadang rezeki memang tidak selalu datang dengan suara keras.
Kadang cukup berbunyi:
“Mak klunting...”
Lalu kita tahu...
Hari ini masih ada yang percaya kepada kita. 🙏🏻
Post a Comment